BAB 5 - PENGLIHATAN

PRINSIP UMUM PERSEPSI

    Suatu objek terlihat Ketika objek memancarkan atau memantulkan cahaya dan merangsang reseptor lalu mengirimkan informasi ke otak . Bagaimana otak memahami informasi tersebut?


    René Descartes merupakan seorang filsuf pada abad ke-17, Descartes percaya bahwa saraf dari mata akan mengirim otak pola impuls yang diatur seperti gambar objek yang dirasakan yaitu, sisi kanan ke atas. Faktanya, otak mengkodekan informasi dengan cara yang tidak menyerupai apa yang dilihat. Representasi komputer dari segitiga adalah serangkaian 0s dan 1s yang sama sekali tidak diatur seperti segitiga.

    Demikian pula, otak menyimpan representasi segitiga dalam hal perubahan aktivitas di banyak neuron, dan jika memeriksa neuron tersebut maka tidak melihat apapun yang tampak seperti segitiga. Salah satu aspek pengkodean adalah neuron mana yang aktif. Impuls pada neuron tertentu menunjukkan cahaya, sedangkan impuls pada neuron lain menunjukkan suara, sentuhan, atau sensasi lainnya. Pada tahun 1838, Johannes Müller menggambarkan wawasan ini sebagai hukum energi saraf tertentu. Müller berpendapat bahwa apapun yang menggairahkan saraf tertentu menghasilkan jenis energi khusus yang unik untuk saraf itu.

MATA DAN HUBUNGANNYA DENGAN OTAK



Cahaya  masuk ke mata melalui lubang di tengah iris yang disebut pupil. Kemudian, difokuskan oleh lensa ( dapat disesuaikan) dan kornea (tidak dapat disesuaikan) dan diproyeksikan ke retina, terletak di permukaan belakang mata yang dilapisi dengan reseptor visual.


RUTE DI DALAM RETINA

    Mata akan mengirim pesan reseptor langsung Kembali ke otak. Namun, di Retina vertebrata pesan-pesan yang dikirim dari mata pergi melalui reseptor di bagian belakang mata ke sel-sel bipolar, yang terletak lebih dekat ke pusat mata. Kemudian sel-sel bipolar mengirim pesan mereka ke sel ganglion.

    


    Akson sel ganglion bergabung bersama dan berjalan kembali ke otak . Sel tambahan yang disebut sel amakrin terbentuk dari sel bipolar dan mengirimkannya ke sel bipolar, amakrin, dan ganglion lainnya. Banyak jenis sel amakrin memperbaiki input ke sel ganglion, memungkinkan sel-sel tertentu untuk merespons terutama bentuk tertentu, arah gerakan, perubahan pencahayaan, warna, dan fitur visual lainnya. Retina memiliki lebih banyak sel ganglion daripada sel bipolar.

    Salah satu konsekuensi dari anatomi ini adalah bahwa cahaya melewati ganglion, amakrin, dan sel bipolar dalam perjalanan ke reseptor. Namun, sel-sel ini transparan, dan cahaya melewatinya tanpa distorsi. Konsekuensi yang lebih penting adalah titik buta. Akson sel ganglion bergabung membentuk saraf optik yang keluar melalui bagian belakang mata. Titik di mana ia pergi (juga tempat pembuluh darah masuk dan keluar) adalah titik buta karena tidak memiliki reseptor.

FOVEA DAN PERIFER RETINA

    Fovea adalah sebuah lekukan di wilayah pusat retina vertebrata, berisi sel kerucut yang sangat padat. Fovea bertanggung jawab untuk ketajaman penglihatan. Pembuluh darah dan akson sel ganglion hampir tidak ada di dekat fovea, jadi penglihatan hampir tidak terhalang. Pengemasan reseptor yang ketat juga membantu persepsi detail. Setiap reseptor di fovea terhubung ke sel bipolar tunggal dan terhubung ke sel ganglion tunggal dengan akson ke otak.
    Ganglion sel di fovea dan primata lainnya disebut Midget Ganglion cells (sel ganglion kecil) karena masing-masing kecil dan hanya merespon satu sel kerucut. Akibatnya, setiap kerucut di fovea memiliki rute langsung ke otak. Sel ganglion kecil memberikan 70 persen input ke otak, penglihatan kita didominasi oleh apa yang kita lihat di fovea. Penglihatan fovea memiliki ketajaman yang lebih baik.

RESEPTOR VISUAL : BATANG DAN KERUCUT

    Retina vertebrata mengandung dua jenis reseptor yaitu batang dan kerucut. Batang, terletak samping retina dan merespon cahaya redup. Kerucut, terletak dekat dengan fovea dan kurang aktif dalam cahaya redup tetapi, lebih berguna dalam cahaya terang, dan penting untuk penglihatan warna.


PENGLIHATAN WARNA

    Cahaya tampak terdiri dari radiasi elektromagnetik dalam rentang kurang dari 400 nm (nanometer,atau 10-9 m) hingga lebih dari 700 nm. Kami menganggap panjang gelombang terpendek yang terlihat sebagai ungu. Panjang gelombang yang lebih panjang secara progresif dianggap sebagai biru,hiaju,kuning,orange,dan merah.Coba perhatikan gambar dibawah.

    Seberkas cahaya dipisahkan menjadi panjang gelombangnya meskipun panjang gelombang bervariasi sebagai kontinum, kita melihat warna yang berbeda.

TEORI TRIKROMATIK (YOUNG-HELMHOLLTZ)

    Orang membedakan warna merah,hijau,kuning,biru,jingga,pink,ungu,biru,kehijauan,dan lain sebagainya. Orang yang pertama yang memajukan pemahaman kita tentang pertanyaan ini adalah seorang pria yang luar biasa produktif bernama Thomas Young (1773-1829). Young adalah orang pertama yang menguraikan batu Rosetta. Dia juga mendirikan teori gelombang cahaya modern. Ilmuan sebelumnya mereka bisa menjelaskan warna dengan memahami fisika cahaya.Young menyadari bahwa warna membutuhkan penjelasan biologis.Dia mengusulkan agar kita merasakan warna dengan membandingkan respons dibeberapa jenis resptor,yang masing-masing sensitif terhadap rentang panjang gelombang yang berbeda.

   Teori ini,yang kemudian dimodifikasi oleh Herman von Helmholtz,sekarang dikenal sebagai teori penglihatan warna trikromatik, atau teori Young Helmholtz. Teori ini kita melihat warna melalui tingkat respons relatif oleh tiga jenis kerucut,masing-masing sangat sensitif terhadap serangkaian panjang gelombang yang berbeda.

    Kita membedakan panjang gelombang dengan rasio aktivitas di ketiga jenis kerucut.Rasio respons diantara tiga kerucut ini menentukan persepsi kuning-hijau.Respon dari salah satu kerucut adalah ambigu. Misalnya,tingkat respons yang rendah oleh kerucut panjang gelombang menengah mungkin menunjukkan cahaya 540 nm intensitas rendah atau cahaya 500 nm yang lebih terang atau cahaya 460 nm yang masih lebih terang.

    
    Respon batang dan tiga jenis kerucut. Perhatikan bahwa masing-masing jenis merespon agak ke berbagai panjang tetapi terbaik untuk panjang gelombang dalam rentang tertentu.

Gambar dibawah kerucut menjadi dua retina manusia.

    Penyelidik secara artifisial mewarnai gambar kerucut ini dari retina dua orang,menunjukkan kerucut panjang gelombang pendek dengan warna biru,kerucut panjang gelombang sedang dengan warna hijau,dan kerucut panjang gelombang panjang dengan warna merah. Meskipun panjang gelombang pendek (biru) kerucut hampir merata diseluruh retina, dua jenis lainnya didistribusikan sembarangan,dengan perbedaan besar antara individu.

TEORI PROSES LAWAN

Teori trikromatik tidak lengkap sebagai teori penglihatan warna. Misalnya,coba demonstrasi berikut : Pilih satu titik di dekat pusat gambar disamping dan tataplah di bawah cahaya terang,tanpa menggerakkan mata anda,selama satu menit . (semakin terang cahayanya dan semakin lama anda menatap,semakin kuat efeknya). Kemudian lihatlah permukaan putih polos, Seperti dinding atau selembar kertas kosong. Jaga mata anda stabil. Anda akan melihat bayangan warna negatif, penggantian merah yang anda lihat dengan hijau, hujau dengan merah, kuning dan biru satu sama lain, dan hitam putih satu sama lain. Dan teori ini di temukan oleh Ewald Hening,ahli psikologi abad ke-19, mengajukan teori proses lawan : kita melihat warna dalam hal yang berlawanan ( Hurvich & Jameson, 1957).

TEORI RETINA

    Teori trikromatik dan teori proses lawan tidak dapat dengan mudah menjelaskan keteguhan warna, kemampuan untuk mengenali warna meskipun ada perubahan dalam pencahayaan (Kennard, Lawden, Morland,dan Ruddock, 1995;Zeki1980,1983). Untuk mengilustrasikan periksa gambar dibawah (Purves & Lotto,2003). Meskipun warna cahaya yang berbeda menerangi dua objek di atas, anda dengan mudah mengidentifikasi kotak sebagai merah, kuning, biru, dan sebagainya. Perhatikan hasil penghapusan konteks. Bagian bawah menunjukkan kotak yang tampak biru dibagian kiri atas dan kuning dibagian kanan atas.

    

    Demikian pula, kita merasakan kecerahan suatu objek dengan membandingkannya dengan objek lain. Perhatikan lagi gambar dibawah (Purves,Shimpi,& Lotto,1999). Objek yang di tengah tampaknya memiliki bagian atas abu-abu gelap dan bagian bawah putih.sekarang tutup batas antara bagian atas dan bawah dengan jari. Anda melihat bahwa bagian atas objek memiliki kecerahan yang sama persis dengan bagian bawah.

    Keteguhan kecerahan di tengah gambar ini apakah anda melihat abu-abu diatas dan benda putih dibawah? Letakkan jari diatas batas di antara mereka dan kemudian bandingkan objeknya.


BAGAIMANA OTAK MEMPROSES INFORMASI VISUAL

    Visual (Penglihatan) merupakan pembahasan yang bisa dibilang rumit, Tapi kali ini kita akan membahas nya secara rinci, adanya dua alasan sebagai berikut. Pertama, tanpa penglihatan dan indera lain nya kita tidak bisa mendapatkan informasi yang ada di sekeliling maupun dari penglihatan, pendengaran dan berbagai macam media untuk menyerap suatu informasi yang kita dapat, Salah satu yang menjadi pemicu dalam Psikologi adalah sensasi. Kedua, ahli saraf telah mengembangkan pemahaman yang relatif rinci tentang penglihatan, Ini akan memberikan pemahaman tentang apa yang ingin kita capai di dalam proses psikologis lainnya.

IKHTISAR SISTEM VISUAL MAMALIA

    Secara garis besar umum anatomi sistem visual mamalia. Dalam bentuk batang dan kerucut retina membentuk sinapsis dengan sel horizontal dan sel bipolar.


Sinapsis merupakan titik temu antara dua terminal akson yang didalamnya ada sinapsis yang berisikan cairan neuron dan berfungsi sebagai penghantar sinyal dari terminal akson yang satu ke terminal akson lainnya. 

Lalu sel horizontal membuat penghambat terhadap sel bipolar yang pada akhirnya membuat sinapsis ke sel amakrin dan sel ganglion, Semua sel ini berada di dalam bola mata.



    

    


    


    Akson sel ganglion membentuk saraf optik, yang meninggalkan retina dan berjalan di sepanjang permukaan bawah otak. Saraf optik dari kedua mata bertemu di kiasma optikum.sebelum menuju kesana, pada manusia akson dari setiap mata menyilang ke sisi otak yang berlawanan. Berikut adalah contoh gambar bahwa saraf yang menyalurkan akson pada setiap mata bertempat menyilang ke sisi otak yang berlawanan.





    Sebagian besar akson sel ganglion menuju ke nukleus genikulatum lateral.Sejumlah kecil akson menuju ke kolikulus superior dan area lainnya, termasuk bagian dari hipotalamus yang mengontrol jadwal bangun-tidur, Genikulatum lateral selanjutnya mengirim akson ke bagian lain dari talamus dan korteks visual.al. Korteks mengembalikan banyak akson ke talamus, sehingga talamus dan korteks secara konstan memberikan informasi bolak-balik



PEMPROSESAN DI RETINA

    Setiap saat, batang dan kerucut dari dua retina di gabungkan dapat mengirim kurang lebih seperempat miliar pesan.



    Dalam gambar diatas, dapat dijelaskan bahwa cahaya yang mengenai batang dan kerucut berkurang keluaran spontan mereka. Namun, mereka memiliki penghambatan sinapsis ke sel bipolar, dan oleh karena itu, cahaya pada sel batang atau kerucut menurunkan keluaran penghambatannya. Penurunan penghambatan berarti eksitasi bersih, jadi untuk menghindari negatif ganda, bisa di sebut keluaran sebagai eksitasi sel bipolar. Hasil ini menggambarkan penghambatan lateral, pengurangan aktivitas dalam satu neuron oleh aktivitas di neuron sebelah nya. Penghambatan lateral meningkatkan kontras. Ketika cahaya jatuh pada permukaan, seperti yang ditunjukkan di sini, bipolar di dalam perbatasan paling merespon banyak, dan yang di luar perbatasan merespons paling sedikit.


Sebagai contoh perhatikan gambar di bawah berikut.




Apakah anda melihat bintik hitam samar samar di persimpangan jalan?


    Berdasarkan gambar di atas, Di bagian retina pada mata anda, anda melihat garis putih memanjang secara vertikal dan horizontal, setiap neuron dihambat oleh garis garis putih di kedua sisi nya dari bawah-atas, kanan-kiri. karena itu respon di persimpangan berkurang dibandingkan dengan garis yang tidak ada persimpangannya.


PROSES LEBIH LANJUT

    Setiap sel dalam sistem visual otak memiliki bidang reseptif, area dalam ruang visual yang menggairahkan atau menghambatnya. Bidang reseptif batang atau kerucut hanyalah titik di ruang dari mana cahaya masuk ke sel.

 


Bidang reseptif sel ganglion khas memiliki pusat melingkar dengan mengelilingi berbentuk donat antagonis. Artinya, medan reseptif mungkin tereksitasi oleh cahaya di tengah dan dihambat oleh cahaya di sekitarnya, atau sebaliknya.

Bidang reseptif dari setiap neuron dalam sistem visual adalah area bidang visual yang menggairahkan atau menghambatnya. Reseptor memiliki bidang reseptif yang kecil dan sel selanjutnya memiliki bidang reseptif yang semakin besar.











SEL GANGLION PRIMATA TERBAGI DALAM TIGA KATEGORI

    parvoseluler, magno seluler, dan uniseluler. Pertama, neuron parvoseluler dengan badan sel kecil dan bidang reseptif kecil, sebagian besar berada di atau dekat fovea. Kedua, neuron magnocellular dengan badan sel yang lebih besar dan bidang reseptif, didistribusikan secara merata di seluruh retina. Ketiga, neuron koniseluler memiliki badan sel kecil, mirip dengan neuron parvoseluler, tetapi mereka terjadi di seluruh retina.




KORTEKS VIRTUAL PRIMER

    Informasi dari nukleus genikulatum lateral thalamus menuju ke korteks visual primer di korteks oksipital, juga dikenal sebagai daerah V1 Atau Korteks lurik karena penampilannya yang bergaris. Jika Anda menutup mata dan membayangkan melihat sesuatu, aktivitas meningkat di area V1 dalam pola yang mirip dengan apa yang terjadi ketika Anda benar-benar melihat objek itu. Beberapa orang dengan kerusakan pada area V1 menunjukkan fenomena mengejutkan yang disebut buta, kemampuan untuk menanggapi informasi visual dengan cara yang terbatas tanpa memahaminya secara sadar.


    Di dalam bagian yang rusak dari bidang visual mereka, mereka tidak memiliki kesadaran akan input visual, bahkan untuk membedakan antara sinar matahari yang cerah dan kegelapan total. Namun demikian, mereka mungkin dapat menunjuk secara akurat ke sesuatu di area di mana mereka tidak dapat melihat, atau menggerakkan mata mereka ke arah itu, sambil bersikeras bahwa mereka "hanya menebak".

BIDANG RESEPTIF SEDERHANA DAN KOMPLEKS

    Pada tahun 1950-an, David Hubel dan Torsen Wiesel (1959) melakukan penelitian tentang respon sel sederhana dan kompleks pada kucing dan monyet. Mereka memasukkan elektroda tipis untuk merekam aktivitas dari pergerakan sel-sel di korteks oksipital kucing dan monyet sambil memancarkan pola cahaya pada retina. Dari penelitiannya itu Hubel dan wiesel membedakan beberapa jenis sel dalam korteks visual yaitu:

    Sel sederhana, Sel sederhana memiliki bidang reseptif dengan zona eksitatori dan penghambat tetap. Semakin banyak cahaya yang bersinar di zona eksitatori, semakin banyak sel yang merespons. Semakin banyak cahaya bersinar di zona penghambat, semakin sedikit sel yang merespons. sel ini merespons paling baik untuk garis vertikal di lokasi tertentu. Sel-sel sederhana lainnya merespons pada garis orientasi lain.

    Sel Kompleks, Seperti sel sederhana responnya bergantung pada sebilah sudut orientasi cahaya. Namun, sel kompleks merespons hal yang sama untuk bilah lokasi manapun dalam bidang reseptif besar. Sel kompleks terletak pada V1 dan V2, tidak merespons lokasi yang tepat dari stimulus. Sel kompleks merespons pola cahaya dalam orientasi tertentu. Sebagian besar sel kompleks merespons paling kuat terhadap stimulus yang bergerak ke arah tertentu misalnya, bilah vertikal bergerak secara horizontal. Cara terbaik untuk untuk mengklasifikasikan sel sebagai sederhana atau kompleks adalah dengan menghadirkan rangsangan di beberapa lokasi. Sel yang merespons stimulus hanya di satu lokasi adalah sel sederhana. sementara sel yang merespons secara merata di seluruh area yang luas adalah sel kompleks.

    Sel hiperkompleks, atau sel-sel yang berhenti di ujung, menyerupai sel-sel kompleks dengan satu pengecualian: Sel-sel yang berhenti di ujung, memiliki area penghambatan yang kuat di salah satu ujung bidang reseptif berbentuk bilah (bar). Sel merespons pola cahaya berbentuk bilah di mana saja pada bidang reseptifnya yang luas, asalkan sel batang itu tidak melampaui titik tertentu.


(https://images.app.goo.gl/ttfhmNDaokhrgYAx6)



Pengorganisasian visual korteks yang berbentuk kolom 


Sel sederhana

Sel kompleks

sel yang berhenti di ujung

Lokasi

V1

V1 dan V2

V1 dan V2

Input binokular

ya

ya

ya

Ukuran bidang reseptif

kecil

sedang

besar

Bentuk bidang reseptif

Berbentuk bilah atau tepian, dengan zona rangsang dan penghambat yang tetap

Berbentuk bilah atau tepian, tetapi merespons secara merata di seluruh bidang reseptif yang besar

sama seperti sel kompleks, tetapi dengan zona hambat yang kuat di satu ujung


    Kesamaan sel-sel di atas adalah Sel-sel dalam kolom korteks visual paling baik merespons untuk garis dalam orientasi yang sama. Sel-sel dalam kolom korteks visual juga serupa dalam hal prefensi untuk mata kanan atau yang lain atau keduanya.


Apakah sel korteks visual merupakan pendeteksi fitur?

Pendeteksi fitur adalah neuron yang mendeteksi keberadaan aspek tertentu dari suatu objek, seperti bentuk atau arah gerakan. Mengingat bahwa neuron di area V1 merespons kuat terhadap pola berbentuk batang atau tepi, kita mungkin mengira bahwa aktivitas sel semacam itu (atau setidaknya diperlukan untuk) persepsi batang, garis, atau tepi. Artinya, sel tersebut mungkin merupakan pendeteksi fitur neuron yang responnya menunjukkan adanya fitur tertentu.

Mendukung gagasan detektor fitur adalah kenyataan bahwa paparan yang terlalu lama ke fitur visual tertentu menurunkan sensitivitas fitur itu, seolah-olah melelahkan detektor yang relevan. Misalnya, jika Anda menatap air terjun selama satu menit atau lebih dan kemudian mengalihkan pandangan, bebatuan dan pepohonan di sebelah air terjun tampak mengalir ke atas. Ilusi air terjun ini menunjukkan bahwa Anda telah melelahkan neuron yang mendeteksi gerakan ke bawah, meninggalkan detektor untuk gerakan yang berlawanan.

    Psikologi gestalt juga pernah melakukan sebuah penelitian terhadap suatu gambar yang beberapa kali dilihat akan menghasilkan penafsiran yang mekain jelas. Hasil itu menyiratkan proses "atas-bawah" di mana area otak lain menafsirkan stimulus visual dan mengirim pesan kembali untuk mengatur ulang aktivitas di korteks visual primer. Demikian pula, ketika Anda melihat ilusi optik, itu karena umpan balik dari area kortikal lain untuk mengubah respons di korteks visual primer (Wokke, Vandenbroucke, Scholte, & Lamme, 2013). Respons otak anda terhadap stimulus visual bergantung pada ekspektasi anda dan juga pada stimulus itu sendiri (Roth dkk., 2016) Dengan kata lain, eksitasi detektor fitur tidak cukup untuk menjelaskan semua penglihatan.


KEHILANGAN PENGLIHATAN SATU MATA

    Sebagai pembuka kita perlu tahu bahwa sebagian besar sel di korteks visual merespons kedua mata, meskipun umumnya lebih baik pada satu mata daripada yang lain. Dan jika para peneliti menutup salah satu mata selama 4 sampai 6 minggu pertama kehidupan anak kucing, secara bertahap korteks visual akan menjadi tidak responsif terhadap apa yang dilihat. Dan ketika matanya dibuka, kucing tersebut tidak akan merespon dengan baik. Hal ini juga bisa terjadi dengan hewan yang lebih tua tetapi dampaknya akan lebih berat terhadap hewan yang lebih muda.





KEHILANGAN PENGLIHATAN DUA MATA


Lalu bagaimana jika kedua mata dicoba untuk ditutup? apakah kucing menjadi tidak peka terhadap kedua mata tersebut? ternyata tidak. Jika sebelumnya sinapsis pada mata yang tertutup akan mengalahkan mata yang terbuka, maka saat kedua matanya tertutup tidak akan ada akson yang mengalahkan mata yang lain. Setidaknya dalam 3 minggu korteks anak kucing akan tetap responsif terhadap input visual, walaupun sel tersebut sebagian besarnya hanya responsif terhadap satu mata. Jika mata tetap ditutup lebih lama, respons kortikal mulai menjadi lamban dan kehilangan bidang reseptif yang terdefinisi dengan baik Akhirnya, korteks visual mulai merespons rangsangan pendengaran dan sentuhan.




STIMULASI YANG TIDAK BERKORELASI DI DUA MATA
    Neuron yang berada di korteks visual sebagian besar biasanya merespon kedua mata, Dengan membandingkan input dari kedua mata, Anda mencapai persepsi kedalaman stereoskopik. Persepsi kedalaman stereoskopik membutuhkan otak untuk mendeteksi disparitas retina (perbedaan antara apa yang dilihat mata kiri dan kanan).

Jika hal ini tidak berjalan baik, maka seperti anak kucing yang otot matanya lemah atau rusak, sehingga tidak mengarah kearah yang sama. Kedua matanya memang aktif, tetap karena tidak adanya neuron yang konsisten menerima pesan serta tidak cocok pesannya antara mata yang satu dengan yang lainnya maka hal ini bisa terjadi. Hal ini bisa terjadi juga pada manusia,ada anak -anak yang dilahirkan dengan stabirmus (strabismic amblyopia) atau dikenal juga dengan “mata malas”. Yaitu ketika mata tidak menunjuk ke arah yang sama, dan umumnya anak – anak memperhatikan satu mata saja.

Perawatan yang biasanya diambil adalah dengan memberikan tambalan atau penutup pada mata yang aktif/sehat dan memaksa mata yang lemah untuk memberikan perhatian lebih. Prosedur ini bekerja sama batas tertentu dan lebih baik jika dimulai sedini mungkin. Dan kebanyakan anak – anak menolak untuk ditutup karena mereka merasa butuh. Fakta menariknya bahwa terapi yang menjanjikan adalah ketika anak diajak bermain video game dan mata mereka berusaha untuk melihat dengan penuh perhatian.


PAPARAN AWAL DENGAN SUSUNAN POLA TERBATAS

    Jika anak kucing menghabiskan seluruh periode sensitif awal dengan mengenakan kacamata dengan garis horizontal yang dilukis di atasnya, hampir semua sel korteks visualnya menjadi responsif hanya terhadap horizontal. Dan setelah beberapa bulan, anak kucing biasanya masih tidak menanggapi garis vertikal.

Lalu bagaimana jika hal ini terjadi pada bayi manusia?
Mereka akan lebih sensitif terhadap garis yang mereka lihat, Anda mungkin akan heran bagaimana ini bisa diketahui, padahal orang tua pasti tidak ingin anaknya dijadikan eksprerimen. Tetapi ternyata salah, bukan karena orang tua yang tidak mau, melainkan hampir semua bayi merasakannya, dan bahkan bisa terjadi pada diri kita sendiri. Sekitar 70 persen dari semua bayi memiliki astigmatisme yaitu pengaburan penglihatan untuk garis dalam satu arah (misalnya, horizontal, vertikal, atau salah satu diagonal), yang disebabkan oleh kelengkungan mata yang tidak simetris. Pertumbuhan normal mengurangi pravalensi astigmatisme menjadi sekitar 10 persen pada anak usia 4 tahun.


Astigmatisme bisa juga disebut dengan mata silinder. Berikut salah satu contoh tes pada astigmatisme, dilihat apakah ada garis yang lebih gelap dari garis lainnya:


cr. https://agusharyono.com/astigmatisma-silinder/


GANGGUAN PENGLIHATAN BAYI DAN KONSEKUENSI JANGKA PANJANG


Penulis buku berasumsi bahwa bayi tidak akan mengetahui apa yang mereka lihat walau sebelumnya hidup mereka dalam kegelapan dan tiba – tiba bisa melihat. Para peneliti tidak bisa bertanya pada bayi tersebut, tetapi di beberapa negara ada anak – anak yang lahir dengan katarak, dan ketika usia mereka memasuki 7 tahun, para peneliti akan mengoperasi dan dapat melakukan pengujian tentang apa yang dilihat anak – anak.

Selama beberapa hari pertama mereka tidak tahu apa arti rangsangan visual, dalam sebuah penelitian anak – anak akan melihat gambar balok mainan, dan gambar lain dengan dua balok. Mereka akan disuruh memilih dari gambar kedua mana yang cocok dengan gambar pertama, dan hasilnya mereka dapat mengerjakan tugas dengan baik, mengartikan bahwa mereka dapat melihat.

    Namun, ketika mereka disuruh untuk merasakan balok tersebut dan menunjuk gambarnya, hanya sedikit yang bisa melakukannya. Artinya mereka dapat melihat gambar – gambarnya, tetapi tidak memahaminya. Seminggu kemudian mereka, tanpa pelatihan khusus mereka dapat melakukannya dengan baik. Dua orang yang memiliki katarak sampai pertengahan usia dewasa juga menjalani pemulihan, tetapi terus mengalami kesulitan mengenali objek. Dan orang – orang yang menjalani sebagian besar hidup mereka dengan penglihatan kabur perlu memikirkan dahulu dan menebak objek apa itu.

    Misalnya, saat melihat tampilan berikut, mereka mengatakan mereka melihat tiga objek, sedangkan kebanyakan orang mengatakan dua (bola biru dan tongkat kuning melewatinya). Keahlian visual yang kebanyakan dari kita anggap remeh bergantung pada latihan.

PEMROSESAN PARALEL DI KORTEKS VISUAL

    Jika Anda sedang mengerjakan proyek penting untuk beberapa bisnis atau pemerintah, Anda mungkin menerima informasi atas dasar “perlu tahu”. Misalnya, jika Anda diminta untuk membawa paket tertentu, Anda perlu mengetahui seberapa beratnya dan apakah rapuh, tetapi Anda mungkin tidak perlu tahu banyak tentang objek di dalam paket tersebut. Demikian pula, bagian yang berbeda dari sistem visual otak mendapatkan informasi berdasarkan kebutuhan untuk mengetahui. Sel-sel yang membantu otot tangan Anda menjangkau suatu objek perlu mengetahui ukuran dan lokasi objek, tetapi mereka tidak perlu tahu tentang warna. Mereka perlu tahu sedikit tentang bentuk, tetapi tidak terlalu detail. Sel yang membantu Anda mengenali wajah orang harus sangat sensitif terhadap detail bentuk, tetapi mereka kurang memperhatikan lokasi. Wajar untuk berasumsi bahwa siapa pun yang melihat sesuatu melihat segala sesuatu tentangnya seperti bentuk, warna, lokasi, dan gerakannya. Namun, satu bagian otak Anda melihat bentuknya, bagian lain melihat warna, bagian lain mendeteksi lokasi, dan bagian lain merasakan gerakan.

JALUR VENTRAL DAN DORSAL

    Peneliti membedakan antara aliran ventral dan aliran dorsal. Mereka menyebut aliran ventral melalui korteks temporal jalur "apa", karena itu khusus untuk mengidentifikasi dan mengenali objek. Aliran Punggung melalui korteks parietal, yang dulu disebut jalur "di mana", sekarang disebut jalur "bagaimana", karena pentingnya gerakan yang dipandu secara visual.
    Perbedaannya sebagian didasarkan pada penelitian pada hewan, dan sebagian pada penelitian MRI dan fMRI, tetapi sebagian besar pada pengamatan beberapa pasien dengan kerusakan otak. Seorang wanita yang dikenal sebagai pasien DF terpapar karbon monoksida, menyebabkan kerusakan koneksi antara korteks visual primer dan korteks temporal Pasien lain, JS, mengalami kerusakan dalam lobus temporal.

Kedua orang tersebut sangat terganggu dalam mengidentifikasi bentuk atau orientasi suatu objek, membaca, atau mengenali wajah. Namun demikian, keduanya dapat secara akurat menggunakan penglihatan untuk mengontrol gerakan. Saat ditunjukkan slot di dinding, DF tidak bisa menyebutkan sudutnya, seperti horizontal atau vertikal, tetapi ketika dia diminta memasukkan amplop melalui slot, dia langsung mengarahkannya dengan benar. Orang dengan kerusakan pada aliran dorsal (korteks parietal) memiliki masalah yang agak berlawanan: Mereka melihat objek tetapi mereka tidak mengintegrasikan penglihatan mereka dengan baik dengan gerakan lengan dan kaki mereka. Mereka dapat membaca, mengenali wajah, dan mendeskripsikan objek secara detail, tetapi mereka tidak dapat secara akurat menjangkau untuk menangkap suatu objek. Saat berjalan, mereka dapat menggambarkan apa yang mereka lihat, tetapi mereka menabrak objek, tidak menyadari lokasi mereka. Meskipun mereka dapat menggambarkan dari ingatan seperti apa furnitur mereka, mereka tidak dapat mengingat bagaimana furnitur itu diatur di kamar-kamar di rumah mereka. Seringkali mereka tampak tidak yakin di mana bagian tertentu dari tubuh mereka.
    Meskipun perbedaan antara jalur ventral dan dorsal berguna, kita tidak boleh melebih-lebihkannya. Perilaku normal memanfaatkan kedua jalur dalam kolaborasi, dan meskipun kerusakan pada salah satu jalur merusak beberapa tugas lebih dari yang lain, hal itu mempengaruhi semua tugas sampai tingkat tertentu.

ANALISIS RINCI BENTUK

    Dalam Modul ini, kami menemukan sel-sel sederhana dan kompleks dari korteks visual primer (V1). Saat informasi visual berpindah dari sel sederhana ke sel kompleks dan kemudian ke area otak lainnya, bidang reseptif menjadi lebih terspesialisasi. Di korteks visual sekunder (V2), banyak sel masih merespon paling baik terhadap garis, tepi, dan kisi gelombang sinus, tetapi beberapa sel merespons secara selektif terhadap lingkaran, garis yang bertemu pada sudut siku-siku, atau pola kompleks lainnya (Hegdé & Van Essen, 2000). Sel di area V2 juga merespon fitur kompleks seperti tekstur (Freeman, Ziemba, Heeger, Simoncelli, & Movshon, 2013).

KORTEKS TEMPORAL INFERIOR

    Sel-sel di korteks temporal inferior (lihat Gambar 5.26) merespons objek yang bermakna. Perhatikan Gambar 5.27. Peneliti mengukur respons di korteks temporal inferior monyet.

Transformasi sebuah gambar berhenti & Periksa Di korteks temporal inferior, sel-sel yang merespons dengan kuat terhadap yang asli merespons dengan hampir sama terhadap pembalikan kontras dan bayangan cermin tetapi tidak terhadap pembalikan gambar tanah. Perhatikan bahwa pembalikan figure-ground menyerupai aslinya dalam hal pola terang dan gelap, tetapi tidak dianggap sebagai objek yang sama. 
Untuk beberapa jenis transformasi. Sebuah sel yang merespons stimulus tertentu akan merespon hampir sama untuk gambar negatif atau bayangan cermin tetapi tidak untuk stimulus yang sama secara fisik di mana "figur" sekarang tampaknya menjadi bagian dari "latar belakang". Artinya, sel-sel di korteks temporal merespons menurut apa yang dirasakan pemirsa, bukan apa yang dirangsang secara fisik. Sel-sel yang merespons pemandangan objek tertentu terus merespons dengan cara yang sama meskipun ada perubahan posisi, ukuran, dan sudutnya.
MENGENALI WAJAH
    Banyak penelitian tentang mekanisme penglihatan otak berfokus pada bagaimana kita mengenali wajah, yang tentunya merupakan keterampilan penting bagi manusia. Agar peradaban berhasil, kita harus tahu siapa yang harus dipercaya dan siapa yang tidak, dan perbedaan itu mengharuskan kita untuk mengenali orang-orang yang belum pernah kita lihat selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Pengenalan wajah tergantung pada beberapa area otak, termasuk bagian dari korteks oksipital inferior yang dikenal sebagai area wajah oksipital, amigdala, dan bagian korteks temporal, termasuk fusiform gyrus, terutama di belahan kanan.(lihat Gambar 5.28). Area wajah oksipital merespon dengan kuat ke bagian wajah, seperti mata dan mulut.Gyrus fusiform merespons dengan kuat ke wajah yang dilihat dari sudut mana pun, serta gambar garis dan apa pun yang terlihat seperti wajah.

MEMAHAMI VISI DENGAN MEMAHAMI DIAGRAM PENGKABELAN

   Mata Anda dipenuhi dengan pola cahaya kompleks yang memancar dari setiap sumber di depan Anda. Dari semua ini, otak Anda perlu mengekstrak informasi yang paling berguna. Sistem saraf sejak awal mengidentifikasi batas antara satu objek dan objek lain melalui penghambatan lateral. Hal Ini mengidentifikasi garis dan lokasinya dengan sel sederhana dan kompleks di korteks visual primer.
    Para peneliti telah melangkah jauh untuk memetakan koneksi rangsang dan penghambatan yang memungkinkan pada sel-sel ini. Pengalaman visual yang Anda miliki setiap saat adalah hasil dari kompleksitas koneksi dan interaksi yang menakjubkan di antara sejumlah besar neuron, tetapi mereka juga merupakan produk dari pengalaman bertahun-tahun.

Comments

Popular posts from this blog

BAB 2 - SINAPSIS

BAB 12 - BIOLOGI PEMBELAJARAN DAN MEMORI

BAB 11 - PERILAKU EMOSIONAL